Sesungguhnya
sampai dewasa ini belum hafal arti cinta yang sebetulnya. Alih-alih orang alay
mengatakan bahwa cinta itu singkatan dari cerita indah namun tiada arti.
Menurut
beberapa ahli, termasuk pendapat bapak yang terhormat, Khalil Gibran,
menyatakan bahwa cinta ialah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta mengakibatkan
semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami, pun tak bisa menambah
perjalanannya. Cinta ibarat seekor burung yang cantik, meminta untuk di tanggap
tapi menolak untuk di sakiti.
Begitupun
menurut Ibnu Qayim Al-Jauzia, cinta adalah luapan hati dan gejalanya saat di
rundung keinginan untuk bertemu dengan sang kekasih.
Jadi, dapat saya
simpulkan bahwa cinta adalah sulit untuk di definisikan.
Selaku
laki-laki yang candu dengan membaca. Sampai detik ini jika ada essaii tentang
cinta atau buku cinta, sungguh menjijikan. Menjijikannya ibarat seorang blogger
yang nulis kata “gue” di postingannya.
Adalah, yang
paling saya ketahui menyoal cinta. Ya-ketika-pada-pandangan-pertama-saja.
Termasuk terhadap Luciana Zogbi.
Luciana
Zogbi, wanita berkelahiran 27 Oktober 1994. Saya anggap, teteh ini bidadari
yang lahir ke dunia lewat youtube. Sebab, awal mula mencintainnya dari situs
tersebut.
Beruntunglah,
wahai laki-laki yang tidak punya pasangan, dengan adanya youtube Anda dapat
melihat perempuan-perempuan cantik nan imut bernyanyi disana.
Wanita
berkebangsaan Brazil ini telah berhasil menyedot rasa cinta saya terhadap
anak-anak SMA yang centil-centil itu. Silahkan Anda mengatakan kalimat tadi
lebay. Saya tidak peduli.
Saking
cintanya kepada wanita keturunan Lebanon itu, saya lupa segala-galanya.
Misalnya, orang tua menyuruh beli teh manis. Saya hanya mengatakan,’Iya, mah,
siap!”. Padahal, saya tetap diam di atas kasur di temani laptop dengan
video-video Luciana. Dosa.
Dari sekian
banyak viewers di setiap ia upload video. Saya yakin, banyak laki-laki yang
menyukainya. Ini berarti banyak juga saingannya.
Beberapa lagu
yang ia cover, saya paling suka lagu All Of Me – John Legend dan Let It Go
(Disney Frozen).
Entahlah,
ketika ia bernyanyi dengan gayanya, saya suka salting. Suaranya lembut,
halisnya tebal, idungnya mancung, rambutnya seperti rajin di urus dan
senyumannya, euh greget.
Seandainya
posisi saya sekarang sedang punya pasangan. Pasti cemburu betul ketika saya
buat essaii ini. Untungya hati sedang nganggur.
Luciana ini
macem perempuan yang tidak ada bandingannya dengan perempuan Indonesia. Sekelas
Raisa pun. Berani ngadu. Apalagi embel-embel artis berinisial JP, AT dan JI.
Saya tidak akan menyebutkan namanya. Jika penasaran, cari saja di google,
inysaalloh, ngawur.
Kemudian dari
pada itu, saya pernah sekilas menyimak beberapa essaii cinta, ada satu
peribahasa bahwa mencintai seseorang itu tidak ada alasannya.
Kali ini,
saya sepakat. Mencintai Luzo, nama panggilan Luciana Zogbi, tidak ada
alasannya. Bukan karena ia cantik, apalah, tapi “hati”.
Luzo
penyemangat dalam hidup. Menghabiskan waktu liburan ngampus untuk menontonnya.
Pagi dan malam, 2 waktu yang suka saya sempatkan untuknya.
Untuk yang belum kenal, silahkan follow akun
twitternya @LuZogbi. Disana juga tercantum akun youtubenya.
