2 Agustus 2016

19 Years

Seperti kata Nobita, tokoh kartun Doraemon, laki-laki polos berkaos kuning itu pernah menyatakan bahwa hidup lebih enak saat usia kita masih kecil, terutama saat tidak mengenal yang namanya cinta. 90% hidup untuk bermain, selebihnya diperhatikan oleh orang tua, di manja, di cari kemana-mana saat tidak ada, di suruh makan, tidur tidak pernah bergadang, tepat di awal waktu. Fokusnya, sekolah, jalan kaki dengan teman-teman atau di antar jemput oleh sang ayah. Tetapi kehidupan, telah berputar, ketika hati kita mulai tumbuh bibit-bibit “cinta”, menyukai seseorang, memendamnya, menyatakannya, menjalani dan berakhir dengan patah hati. Terus terjadi berulang kali sampai kita paham bahwa cinta menanggung beribu-ribu resiko. Lalu kita mulai fiks berhenti untuk mencintai dan menjalaninya, tapi sialnya, perasaan tidak pernah bohong, ada saja orang yang kita cintai.

Prolog di atas, hanya menceritakan atas apa yang telah penulis alami. Sampai saat ini, menginjak di usia 19 years.

19 years, bagi laki-laki, bukan usia yang matang untuk berumah tangga. Skip!

 ***

Akhir-akhir ini rutin sekali saya meneliti orang-orang sekitar. Sehari-harinya aktivitas mereka, itu-itu saja. Memulai hari dengan berangkat kerja, pulang, sesekali (mungkin) bermain gadget untuk bikin status atau PM yang berbau keluh kesah dan pada akhirnya, jam tidur. Besoknya, seperti itu lagi. Yang mereka tunggu-tunggu adalah tanggal gajihan. Jika ini yang Anda alami, ubah. Jika itu adalah profesi Anda, ada lho, sesuatu yang dapat orang kenang saat Anda mati. Bukan itu-itu saja yang dapat orang kenang, tapi “Anu”.

Sebentar, mari sepakati bahwa Tuhan memberikan akal dan hati kepada manusia untuk membedakan antara kita dan hewan. Tulisan ini, teman. Saya ingin mengajak kepada Anda, yang masih berusia muda, untuk menemukan indahnya hidup dengan berkarya dan karyanya itu di garap, di kerjakan, di ciptakan oleh Anda sendiri. Inilah sesuatu yang akan membedakan Anda dengan orang lain. Jika orang aktivitasnya Anu maka Anda adalah Anu.

Apakah kucing bisa menggambar. Apakah ikan bisa membuat buku. Apakah harimau, yang kita kenal dengan galaknya tak tertahankan itu, bisa menjadi seorang boss di salah satu perusahaan atau pedagang pecicilan. Tidak mungkin, mereka tidak punya akal untuk berkarya. Jadi wajar jika ayam kerjaannya itu-itu saja, bangun di shubuh hari, nyari makan dengan cara yang tidak rasional, ia nyolong segon, kadang ke rumah manusia tanpa seizin pihak rumah, ia kawin di hadapan manusia, ia mau saja di adu dombakan oleh manusia, kepalanya berdarah sedangkan yang punyanya dapat untung banyak. Dasar ayam, biarlah saya mengejek habis-habisan karena haha ia tidak bisa membaca.

Usia 19 years, banyak impian serta harapan dalam hidup ini. Saya merasakan sendiri, semangat muda sudah terpatri di dalam hati. Saya menemukannya sendiri. Ego, ambisi, usaha, karya. Semuanya ada. Dan menurut hemat saya, ini bukan manusiawi kaum muda pada umumnya. Tetapi hadir kepada anak muda, yang pola pikirnya maju ke depan. Entahlah saya sendiri sulit untuk menceritakannya. Terlepas akan sukses atau tidaknya, tak pernah dipikirkan, yang jelas, muda dengan karya dan beda.

Seseorang bercerita kepada saya, ingin menjadi Anu, ia mulai dengan usaha kecil-kecilan, ia kerjakan dengan proses, seseorang seperti itu, saya amat menyukainya. Apakah Anda minat, punya mimpi dan mengeksekusinya?

Seseorang bercerita kepada saya, nikmatnya bekerja dengan uang banyak, ia bisa kebeli apa saja yang dia mau. Sontak, saya mengaggap dia biasa-biasa saja. Sayyidina Ali pernah berujar, yang namanya karakter uang adalah dijaga sedangkan ilmu menjaga. Saya pernah membuat pernyataan di BBM, sebanyak apapun uang jika tidak pandai menjaga, kelak akan habis juga.

Seseorang seperti saya, justru brengsek, saat nyaris semua teman berlimpah-limpah mendapatkan uang. Tetapi saya sendiri, gejolak berkarya tinggi. Inilah 19 years. “Baru” 19 years, bukan menganggap diri ini hebat, tetapi bodoh. 

Jika kepala Anda manggut-manggut dan terpesona membaca tulisan ini, Anda baru saya katakan hebat, apalagi kalau kepincut.

2 pertanyaan yang sering muncul dalam telinga saya adalah, “Atuh mau usaha, usaha apa Rid?” atau “Sulit mengembangkan bakatna euy, gimana ya!”. Prinsipnya, kalau saya sendiri, suka bertanya kepada diri sendiri, “Kamu bakat dan bisanya apa?”. Saya gali, lalu mencoba dan menemukannya. Mungkin itu yang harus Anda lakukan, kadang solusi dari orang lain tak pernah mempan tetapi hati sendiri, Anda tau sendiri.

Agar tidak belibet memahami tulisan ini, biarlah saya kasih contoh, mumpung di website sendiri.

Beberapa hal yang akan saya garap kedepannya, garapan ini sesuai dengan potensi yang saya miliki, bakat dan pertanyaan tadi, “bisanya apa?”. Pertama, di usia 19 years ini, selama 4 tahun saya sudah konsisten berada di sekeliling pelajar SD, SMP, SMA, walau banyak godaan, hampir putus asa, tetapi karena sabar dan bakat, saya bertahan dan akan bertahan berprofesi berada di sekeliling para pelajar dengan sedikit ilmu yang saya punya. Mereka aset berharga untuk kehidupan selanjutnya, di alam yang abadi. Karena bakatnya itu, kemungkinan beberapa tahun yang akan datang akan terus seperti sekarang. Bukan uang yang diprioritaskan, tetapi kenyamanan dan cinta berada di sekeliling anak-anak. Tak peduli dengan besarnya tanggung jawab, yang namanya siap, berarti segalanya siap. Al-khusus resiko dan pertanggung jawaban.

Kedua jurnalistik/writer. Bakat kedua ini yang tentunya selalu rajin di haruskan di praktikan. Membuat buku, itu yang sedang saya lakukan sehari-hari, merampungkan selembar demi selembar untuk menjadi sebuah naskah kemudian di cetak. Anda boleh membayangkan bagaimana sulitnya membuat buku, berapa bulan atau tahun sampai rampung, kemudian jika diperhitungkan saat sudah terbit, berapa banyak pemasukannya, tidak banyak. Terlepas apakah laku atau menjadi bangke. Tak pernah saya pikirkan tentang hal itu, karena hobi dan cinta, saya lakukan itu.

19 years, satu mimpi yang akan, mudah-mudahan di permudahkan, saya ingin usaha, misalnya martabak mini. Sesekali ingin terjun ke dunia makanan, baru niat dan yakin bisa. Insya.Alloh.

Tulisan ini bukan untuk pamer atau riya. Anda tau sendiri, judulnya saja “19 years”. Kalau pun ada yang membaca, syukur-syukur mereka kepincut untuk berkarya atas bakat yang dimilikinya.

Jadi kesimpulannya adalah, jika Anda seorang anak muda, hal yang luar biasa yaitu bilamana hidup Anda berani mencoba ingin berbeda dari orang lain. Berkarya di jalan yang syar’i. Kita tau, selfie saja tidak cukup, kan?

Oleh sebab itu, mari kita sama-sama berkarya, apapun itu.

***

Jika hidup di usia muda hanya diam saja, tanpa ada niat ingin bermanfaat bagi orang lain, kau  tidur saja, dan tak usah bangun lagi. Tetapi jika kau tidur, lalu Tuhan memberikan kesempatan untuk hidup, bernafas lagi, lalu kau telah bermimpi dan mimpinya itu ingin kesampaian, kerjakan, laksanakan, di mulai dari sekarang. 

______________________________

Sumber gambar 19: chaditya.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar